programkeluarga berencana; penanaman seribu pohon; bantuan siswa miskin (BSM) rumah sehat; Semua jawaban benar; Jawaban: B. penanaman seribu pohon. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, salah satu upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global adalah penanaman seribu pohon. Salahsatu upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global adalah? program keluarga berencana; penanaman seribu pohon; bantuan siswa miskin (BSM) rumah sehat; Semua jawaban benar; Jawaban: B. penanaman seribu pohon. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, salah satu upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global adalah penanaman seribu pohon. Jikapemanasan global terus terjadi dan tidak dikurangi maka bisa mengancam kehidupan manusia. Salah satu yang paling ditakuti adalah mencairnya es di kutub yang diakibatkan karena peningkatan suhu. Jika hal ini terjadi, maka air di lautan akan mengalami peningkatan. Apa upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global ini? KunciJawabannya adalah: B. penanaman seribu pohon. Dilansir dari Ensiklopedia, Salah satu upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global adalahsalah satu upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global adalah penanaman seribu pohon. yEVgB. – Ada berbagai upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global. Pemanasan global menjadi salah satu permasalahan yang menimpa hampir seluruh negara di dunia. Nah, pemasanan global ini jika terus menerus terjadi maka dapat mengancam kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia, lo. Kasus pemanasan global yang paling ditakuti yaitu mencairnya es di daerah kutub. Es yang mencair tersebut bisa menyebabkan terjadinya peningkatan suhu di bumi dan air laut juga akan mengalami kenaikan, Adjarian. O iya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, pemanasan global adalah naiknya temperatur atmosfer bumi yang disebabkan oleh bertambahnya gas polutan seperti karbon dioksida. Jadi, istilah pemanasan global ini digunakan terhadap keadaan lingkungan yang terkena gas sehingga membuat atmosfer menjadi panas. Maka dari itu, pemerintah mempunyai peran penting dalam menangani hal ini akan kehidupan di dunia bisa lebih baik. Yuk, kita cari tahu apa saja upaya pemerintah dalam menangani pemanasan global berikut ini, Adjarian! Baca Juga 5 Hal yang Bisa Dilakukan Manusia untuk Menjaga dan Menyelamatkan Bumi Upaya Pemerintah dalam Menangani Pemanasan Global Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan pemerintah dalam menangani pemanasan global, di antaranya Bersama 200 negara lainnya, Indonesia turut merumuskan pedoman penurunan gas rumah kaca yang rencananya terumus dalam Katowice Rulebook. Lantas apa strategi Indonesia dalam pencegahan pemanasan global? Metode pembangunan rendah karbon disebut sebagai kunci utama. Pembangunan yang berbasis analisis lingkungan yang komprehensif dan strategis ini, dirintis melalui kerjasama pemerintah dengan lembaga penelitian, pengembang, organisasi internasional, dan sektor swasta. Berikut wawancara DW di sela-sela KTT Iklim COP24 di Katowice dengan Bambang Brodjonegoro mengenai peran, strategi dan harapan Indonesia dalam kebijakan iklim. DW Bagaimana kebijakan pembangunan rendah karbon 2020-2024 menunjang pembangunan ekonomi hingga 5% kedepannya? Bambang Brodjonegoro Sering ditemukan perdebatan jika kita mengejar perkembangan ekonomi berarti kita tidak memperhatikan lingkungan. Esensi dari pembangunan rendah karbon bukanlah memilih antara perkembangan ekonomi atau perlindungan lingkungan. Inisiatif pembangunan rendah karbon kita akan membuat pembangunan yang berkelanjutan tanpa menurunkan kualitas lingkungan. Bahkan melaluinya kita bahkan akan memiliki perkembangan ekonomi yang lebih tinggi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perlindungan terhadap lingkungan membuat ekonomi kita lebih baik. Pembukaan lahan di Borneo 2014Foto Imago/Mint ImagesApa yang bisa dibuat Indonesia sebagai mitigasi perubahan iklim? Tentunya Indonesia masih fokus dalam tujuan Paris Agreement dimana pada tahun 2020 diharapkan kita bisa mengurangi emisi sampai 26% dan tahun 2030 mencapai 29% atau bahkan hingga 41% apabila didukung oleh internasional. Nah untuk mendorong penurunan emisi tersebut kita fokus pada tiga aspek yang mempengaruhi emisi tersebut. Pertama Hutan, kita harus menjaga supaya tidak terjadi lagi pengurangan dari area hutan atau deforestasi dan sebaliknya kita sudah mulai harus fokus untuk meremajakan hutan itu kembali. Kedua adalah pada penggunaan energi terbarukan dimana porsi energi terbarukan masih relatif kecil dalam bauran energi kita, hanya 7% dari total dan tentunya kita menginginkan pada tahun 2025 bisa ditingkatkan sampai 20%. Satu lagi adalah tentunya sumbangan dari sektor transportasi dimana kita harus berupaya memperbaiki kualitas dari lingkungan, terutama udara dalam hal ini dan memastikan bagaimana transportasi itu bisa lebih efisien. Hasil apa yang diharapkan Indonesia dari COP24? Dari prespektif kami selaku otoritas perencanaan pembangunan di Indonesia, tentu kita berharap rencana pembangunan rendah karbon kita sudah sesuai atau sudah in line dengan apa yang menjadi harapan dari dunia dalam konteks mitigasi perubahan iklim. Kedua, untuk implementasi program rendah karbon, yang paling penting adalah mengenai pembiayaan. Kita harapkan pembiayaan ini bisa menjadi arus utama dalam COP kali ini sehingga tidak ada lagi keraguan diantara negara negara berkembang terutama untuk lebih agresif dalam menjalankan target kesepakatan Paris. COP24 di Katowice, Polandia Foto picture-alliance/dpa/ZUMAPRESSBagaimana pemerintah Indonesia menyiapkan kebijakan terkait pembangunan berkelanjutan? Untuk mencapai sustainable development goal 2030, kami menyiapkan pembangunan rendah karbon yang berdasar pada empat pilar utama. Pertama, mencegah deforestasi dan melakukan reforestasi atau penanaman kembali hutan. Kedua, memperbaiki kualitas lingkungan baik air maupun udara. Ketiga, memperbaiki produktifitas pertanian tanpa harus memperluas lahan. Keempat adalah mendorong energi terbarukan dan konservasi energi. Tiga tahun terakhir ini praktis tidak ada kebakaran hutan yang serius seperti yang kami alami di tahun 2015. Untuk energi terbarukan porsinya memang 7%. Tapi kini minat dari investor swasta untuk masuk ke energi terbarukan makin tinggi dan dukungan pembiayaan internasional juga makin besar. Kita harapkan ini akan bisa mempercepat upaya kita meningkatkan pemakaian energi terbarukan.sc/hp Pemanasan global adalah peristiwa proses meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Gas – gas rumah kaca yang dimaksud adalah seperti gas karbon dioksida CO2, metana CH4, nitrooksida N2O, chloro-fluoro-carbonCFCs, hidro-fluoro-carbon HFCs, dan sulfur heksafluorida SF6. Gas – gas tersebut disebut gas rumah kaca karena berfungsi seperti kaca yang berada di dalam rumah kaca. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan oleh matahari ke bumi sehingga mengakibatkan panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Hal ini terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata bumi terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan suhu yang terjadi rata – rata adalah C dalam satu abad terakhir suhu yang terjadi tergolong hanya sedikit tetapi mempunyai dampak yang cukup besar bagi bumi dan kehidupan didalamnya. Gejala-gejala umum yang terjadi akibat bahaya pemanasan global ini adalah seperti pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan terjadi jenis – jenis banjir dan kekeringan pada wilayah yang tidak biasa mengalami hal kita membahas tentang upaya menanggulangi pemanasan global, sebaiknya kita mengetahui penyebab dan dampak pemanasan global secara Pemanasan GlobalHal – hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya pemanasan global antara lainEfek Rumah Kaca, yaitu yang merupakan proses terjadinya pemantulan panas matahari ke permukaan bumi yang terperangkap oleh gas – gas di atmosfer,Penggunaan CFC Cloro Flour Carbon yang tidak terkontrol,Adanya emisi karbon dioksida dari kendaraan bahan bakar fosil dan juga emisi gas metana dari kegiatan produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan,Terjadinya kerusakan fungsi hutan,Adanya pemborosan penggunaan energi listrik,Melakukan pembakaran sampah secara berlebihan,Adanya peningkatan penggunaan pupuk kimia pada lahan menanggulangi Pemanasan Global ini bisa dimulai dari diri sendiri dan ruang publik kehidupan serta lingkungan di sekitar kita. Walaupun tidak akan langsung terealisasi atau terlihat langsung dampak dari upaya yang kita lakukan, tapi jika dilakukan terus menerus dan dilakukan oleh orang banyak, beberapa tahun kedepan pasti akan terlihat perubahan yang telah kita lakukan. Dan walaupun kita tidak dapat menghentikan pemanasan global ini tetapi setidaknya kita dapat memperlambat dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global tersebut. Upaya menanggulangi pemanasan global yang dapat kita lakukan tersebut antara lain penghematan listrikDengan berhemat listrik, secara tidak langsung kita telah mengurangi kadar CO2 pada lapisan atmosfer karena sebagian besar gas CO2 ini dihasilkan dari pembangkit listrik yang berbahan bakar Menanam pohon atau reboisasiMenanam pohon atau reboisasi merupakan langkah untuk menyeimbangkan kadar gas CO2 di lapisan atmosfer. Karena pohon akan menyerap gas CO2 untuk melakukan proses fotosintesis dan akan melepaskan oksigen ke udara. Dan hal ini akan membuat udara pada lapisan atmosfer lebih sejuk dan pemanasan global sedikit teratasi3. Tidak menebang pohon di hutan sembaranganSeperti disebutkan sebelumnya, pohon merupakan tumbuhan yang menyerap gas CO2. Jadi, jika kita menebangnya, apalagi menebang dalam jumlah yang sangat banyak, akan menimbulkan bahaya jika hutan di bumi terus dieksploitasi secara berlebihan, dan dampak pemanasan global pun akan semakin buruk karena tidak ada yang menyerap gas CO2. Dengan mengurangi dampak penebangan hutan secara liar juga kita turut membantu cara menjaga kelestarian hutan yang saat ini banyak mengalami dampak akibat kerusakan Menggunakan Energi AlternatifKita dapat menggunakan energi alternatif guna meminimalisir hal – hal yang dapat menjadi penyebab pemanasan global. Misalnya mengganti pemakaian pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil dengan energi yang dikeluarkan oleh sinar matahari, panas bumi, angin atau Tidak menggunakan alat yang menghasilkan gas CFCGas CFC ini biasanya dihasilkan oleh peralatan pendingin udara. Dan perlu diketahui bahwa saat ini CFC menyumbangkan 20% proses terjadinya efek rumah kaca. Maka dari itu, penggunaan CFC harus dihentikan. menghapus penggunaan CFC secara Mengurangi penggunaan kendaraan bahan bakar fosilKendaraan bahan bakar fosil, seperti mobil atau motor merupakan penyumbang CO2 terbesar di perkotaan. Apalagi jika menggunakan kendaraan pribadi. Dengan banyaknya pemakaian kendaraan pribadi maka akan menyebabkan borosnya penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi karbon dioksida. Tetapi jika kita mengurangi penggunaan kendaraan, maka sedikitnya kita sudah mengurangi emisi karbon dioksida yang dikeluarkan oleh kendaraan Melakukan Reuse, Reduce dan RecycleReuse, merupakan cara pemanfaatan sampah atau memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai atau penggunaan barang – barang yang tidak sekali pakai, jadi barang tersebut masih dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk pemakaian kedua dan seterusnya. Misalnya seperti menggunakan kertas bekas untuk kertas corat-coret atau catatan keperluan sehari hari atau menggunakan sapu tangan yang bisa digunakan kembali daripada menggunakan kertas yaitu melakukan penghematan dan mengurangi sampah. Misalnya hemat dalam menggunakan kertas dan tissue karena kertas dan tissue terbuat dari kayu yang harus ditebang dari pohon di hutan. Atau bisa juga membeli produk yang berlabel ramah lingkungan dan mengurangi pemakaian produk yang dikemas plastik atau styrofoam. Dan berhenti menggunakan semprotan aerosol untuk mengurangi CFC yang akan mengganggu lapisan Ozon yaitu mendaur ulang barang – barang yang sudah tidak dapat digunakan menjadi barang yang memberikan manfaat. Misalnya dengan cara memisahkan barang – barang yang berbahan organik dan bukan organik terlebih dahulu. Lalu yang berbahan organik bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dan yang bukan organik seperti botol plastik bisa dikreasikan menjadi kotak pensil atau pot Pemanasan GlobalPemanasan Global ini dapat memberikan dampak yang sangat luas yang sangat dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi ini dan fungsi lingkungan hidup bagi manusia. Dampak pemanasan global yang terjadi ini disebabkan karena tingkah laku manusia yang memanfaatkan segala jenis – jenis sumber daya alam, dan tidak mengenal batas serta kesehatan Bumi ini. Dampak – dampak tersebut antara lain adalah Perubahan cuaca dan iklim yang sangat ekstrem,Kenaikan permukaan laut,Menurunnya hasil pertanian,Air tanah cepat menguap sehingga menyebabkan terjadinya kekeringan yang akan sangat berdampak pada wilayah pertanian sehingga tanaman pertanian menjadi rusak,Hewan dan tumbuhan yang tidak dapat beradaptasi akan punah,Air laut menjadi asam karena banyak karbon dioksida yang terlarut,Berkurangnya luas hutan mangrove karena gelombang pasang dan menjadi penyebab banjir sering terjadi,Ketersediaan air bersih semakin sulit,Meningkatnya kasus alergi dan penyakit pernapasan karena udara yang lebih hangat memperbanyak polutan dan pencemaran lingkungan,Curah hujan akan meningkat sehingga menyebabkan badai sering terjadi,Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin puting beliung,Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim,Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi, dan stress,Hilangnya fungsi ekosistem terumbu karang.

upaya pemerintah sebagai wujud peduli dalam menangani pemanasan global adalah