Aisyah radhiyallahu anha, istri Nabi, menuturkan tidak lama setelah Rasulullah wafat, orang-orang Anshar berkumpul menghadap Sa'ad bin 'Ubadah di saqifah Bani Sa'idah dan berkata: "Kami akan mengangkat pemimpin kami, dan silakan kalian mengangkat pemimpin kalian". Maka Abu Bakar, Umar bin al-Khaththab, dan Abu 'Ubaidah bin al-Jarrah mendatangi The companions chose Umar as their spokesman to represent their view point before Abu Bakr. Umar saw Abu Bakr, and represented the case with considerable vehemence. As regards the issue whether the expedition should or should not be undertaken Abu Bakr said that as the Holy Prophet had insisted on sending the expedition, it would be a breach of Atau, golongan yang berpegang teguh pada sunnah Rasul dan Sunnah para sahabat, lebih khusus lagi, sahabat yang empat, yaitu Abu Bakar As-Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin ‘Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Ahlus Sunnah adalah mereka yang mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan sunnah shahabatnya radhiyallahu 'anhum. Su nombre era Abdullah Abu Bakr Ibn ‘Uzmán Abi Quhafa. Llamado Al-Atiq y también As- Siddiq: El veraz, pues fue quien se apresuró en creer en el Profeta Muhammad (Paz y Bendición), en todo lo que le había sido revelado, en su profecía, en su viaje nocturno y en el ascenso a los cielos. Nació en la Ciudad de La Meca dos años después Sifat Abu Bakar As Siddiq merupakan salah satu sifat yang sangat dihormati dan dihargai dalam agama Islam. Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat terkenal dengan sifatnya yang jujur, setia, dan tawadhu. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai sifat-sifat Abu Bakar As Siddiq. Ketulusan Hati Abu Bakr stretched his hand, and the Muslims assembled in the mosque filed past the pulpit touching the stretched hand of Abu Bakr reverently as a mark of allegiance. It was a solemn ceremony, each Muslim acknowledged the leadership of Abu Bakr. Inaugural address. When all the Muslims, gathered in the mosque, had offered their allegiance to Abu Dengan kegigihan dan keuletannya, beliau setia mendampingi Nabi Muhammad saw. untuk selalu berdakwah mengajarkan ajaran Islam. Abu Bakar as-Siddiq selalu dicaci-maki oleh musuh-musuhnya gara-gara mengikuti agama Islam. Akan tetapi, Abu Bakar tetap saja setia bahkan sampai pada saat Rasulullah saw. mau hijrah, ia tetap setia mendampinginya PjobCuq.

kesimpulan abu bakar as siddiq