Seberkascahaya monokromatik dengan panjang gelombang 500 nm tegak lurus pada kisi difraksi. Jika kisi memiliki 400 garis tiap cm dan sudut deviasi sinar 30o maka banyaknya garis terang yang terjadi pada layar adalah Untuk kalian yang ingin mendapatkan jawaban dari persoalan tentang Seberkas Cahaya Monokromatik,
Seberkassinar monokromatik dengan panjang gelombang 500 nm (1 nano = ) datang tegak lurus pada kisi. Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang 5000 angstrom datang tegak lurus pada kisi. Jika kisi memiliki 400 garis tiap cm dan sudut deviasi sinar 30 o maka banyaknya garis terang yang terjadi pada layar adalah. D sin 30° = 2.
Seberkassinar monokromatis dengan panjang gelombang 5000 Å (1 Å = 10 −10 m) melewati celah tunggal menghasilkan pola difraksi orde terang pertama seperti pada gambar. Lebar celahnya sebesar A. 0,001 mm B. 0,004 mm C. 0,012 mm D. 0,017 mm E. 0,019 mm
GelombangElektromagnetik; Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang 5.000 A datang tegak lurus pada kisi. Jika spektrum orde kedua membentuk sudut deviasi 30 , maka jumlah garis per cm kisi adalah Difraksi; Gelombang Cahaya; Gelombang Elektromagnetik; Fisika
01Januari 2022 04:14. Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang 5 X 10^-7 m datang tegak lurus pada kisi. Jika spektrum orde kedua membuat sudut 30° dengan garis normal pada kisi, jumlah garis per cm kisi adalah A. 2x10^3 b. 4x10^3 c. 5x10^3 d. 2x10^5 e. 5x10^5.
Seberkassinar monokromatis dengan panjang gelombang 5000 A datang tegak lurus pada kisi. jika spektrum orde kedua membentuk sudut deviasi 30ยฐ, jumlah - 124737 ayulhaq7267 ayulhaq7267 30.09.2017
Seberkascahaya sinar monokromatik dengan panjang gelombang 6000 A ( 1 A = 10-¹⁰m, dibaca satu Amstrong) melewati celah tunggal yang lebarnya 0,33mm. Hitung jarak celah kelayar jika daerah terang ke 2 berjarak 1cm dari pusat terang, dan jarak garis gelap ke 3 dari pusat
lJnTlNv. Elektromagnetik Kelas 11 SMAGelombang CahayaDifraksiSeberkas sinar monokromatik dengan panjang gelombang A melewati celah tunggal menghasilkan pola difraksi orde terang pertama seperti gambar celahnya sebesar ....DifraksiGelombang CahayaGelombang ElektromagnetikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0254Sebuah kisi yang mempunyai 2x10 garis/cm menerima seberka...0318Jarak dua lampu sebuah mobil =1,22 m . Nyala kedua lampu...0207Cahaya merah dikenakan kisi yang tertulis 600 garis/mm, j...0418Cahaya melewati kisi yang memiliki 1250 garis/cm. jika su...Teks videoKalau kau Pren pada soal ini Seberkas Sinar monokromatik dengan panjang gelombang nya itu adalah lamda = 5000 Amstrong Oke diinstal soalnya kan tinggal diubah ke meter dari angka tinggal di kali 10 pangkat min 10 saja 5000 * 10 ^ 10 hasilnya 5 dikali 10 pangkat min 7 kemudian diketahui bahwa sudut difraksi nya itu adalah Teta = 3 derajat melewati celah tunggal menghasilkan pola difraksi orde terang yang pertama Oke jadi ternyata terjadi terang ya di sini kemudian orde pertama order iku adalah N 1 = 1 ya. Karena ini order yang pertama. Jadi ini adalah orde dan pada kali ini kita akan mencari lebar celahnya lebar celahnya akan kita namakan D diperhatikan bahwa di sini Kita akan menggunakan rumus yang berlaku pada percobaan celah tunggal yang di sini terjadi perang rumus yang berlaku itu adalah D Sin Teta = 0,8Jadi kali kalah ya Sin Teta = Min 0,5 kemudian ini di kali yang lama itu kemudian kita akan mencari Dek maka De = 11 Min 0,5 M kemudian lamdanya kita masukkan yaitu 5 dikali 10 pangkat min 7 kemudian Sin Katanya kita pindahkan ke ruas kanan jadi dibagi dengan pendeta Katanya kita masukkan saja 30° 1 dikurangi 0,5 = 0,5 Sin 30 derajat adalah 0,5. Jadikan ini sama ini bisa dicoret hasilnya adalah 5 x 10 pangkat min 7 m ini ada lebar celahnya tetapi ternyata disini yang diinginkan satunya mm maka kita rubah dari meter ke milimeter dari Natar ke MM ini tinggal di kali 1000 saja yang menjadikan sini buat semuanya kita adalah 0,00005 mm dioptri jawabannya itu adalah yang di sampai jumpa di pertanyaan berikutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
Pada postingan boleh jadi ini kita membicarakan paradigma soal difraksi cahaya sreg celah spesifik dan kisi + penyelesaiannya atau pembahasannya. Lalu apa itu difraksi sorot ?. Difraksi adalah pelenturan suatu gelombang elektronik. Jadi difraksi kirana menunjukkan pelenturan cahaya yaitu saat satu cahaya melangkahi jeruji celah tunggal ataupun ganggang maka cahaya dapat terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih boncel dan memiliki sifat seperti cerah plonco. Rumus difraksi pada jari-jari tunggal sebagai berikut. Rumus difraksi jeruji tunggal Keterangan d = tumpul pisau celah θ = sudut berkas seri dengan arah tegak verbatim λ = tahapan gelombang p = jarak garis gelap ke terang pusat L = jarak cucur ke celah falak = orde difraksi 1, 2, 3, … Rumus kisi difraksi sebagai berikut. Rumus kisi difraksi d = 1/N adalah konstanta kisi sedangkan N menyatakan banyak celah per satuan panjang. Acuan soal difraksi jeruji istimewa Contoh soal 1 Cahaya monokromatik dari sebuah perigi jauh hinggap sreg sebuah celah tunggal yang lebarnya 3,00 nm. Jarak terang sosi berpangkal hipotetis difraksi ke palsu pertama sama dengan 1,8 mm. Jikalau jarak layar ke jari-jari 60 cm, maka kilap tersebut memiliki tinggi gelombang …A. nm B. nm C. nm D. nm E. nm Penyelesaian tanya / pembahasan Pada soal ini, besaran yang diketahui d = 3 nm = 3 . 10-9 m, p = 1,8 mm = 1,8 . 10-3 m, n = 1 terlarang permulaan, L = 60 cm = 0,6 m. Jadi panjang gelombang sinar monokromatik sebagai berikut. → d . p L 3 . 10-9 . 1,8 . 10-3 m 0,6 m = 1 . λ → λ = 9 . 10-12 m = nm Jadi soal ini jawabannya E. Ideal soal 2 Seberkas kirana melangkahi ruji-ruji solo yang sempit, menghasilkan interferensi paling orde 3 dengan sudut deviasi 30ozon. Jika cahaya nan dipergunakan punya panjang gelombang Å maka lebar celahnya ialah…A. 1,3 . 10-6 mB. 1,8 . 10-6 m C. 2,1 . 10-6 m D. 2,6 . 10-6 mE. 3,6 . 10-6 m Penyelesaian soal / pembahasan Pada soal ini diketahui λ = Å = . 10-10 m, n = 3 dan θ = 30o d sin θ = n λ d sin 30o = 3 . . 10-10 m d . 1/2 = 18 . 10-7 m d = 3,6 . 10 -6 m Jadi soal ini jawabannya E. Cermin soal 3 Seberkas cahaya lampau jeruji sempit dan menghasilkan interferensi paling orde kedua dengan kacamata deviasi 30ozon. Apabila lebar jeruji 2,4 . 10-4 cm maka tingkatan gelombang cahaya tersebut adalah…A. Å B. Å C. Å D. Å E. Å Penyelesaian soal / pembahasan Sreg cak bertanya ini diketahui n = 2, θ = 30o dan d = 2,4 . 10-4 cm = 2,4 . 10-6 m. d sin θ = n λ 2,4 . 10-6 m sin 30o = 2 . λ 2,4 . 10-6 m . 1/2 = 2 λ λ = 0,6 . 10-6 m λ = Å Soal ini jawabannya C Ideal soal 4 Perhatikan gambar dibawah. Model tanya difraksi celah khas nomor 4 Celah tunggal selebar 0,2 mm disinari gabung cahaya setara dengan λ = 500 nm 1 nm = 10-9 m. Pola difraksi nan terjadi ditangkap pada layar bererak 60 cm dari ruji-ruji. Jarak antara garis gelap kedua dan garis seri pokok adalah …A. 3,0 mm B. 3,6 mm C. 4,8 mm D. 5,8 mm E. 6,0 mm Penyelesaian soal / pembahasan Pada cak bertanya ini diketahui d = 0,2 mm, L = 60 cm = 600 mm dan λ = 500 nm = 500 . 10-6 mm dan n = 2. → d . p L 0,2 mm. p 600 mm = 2 . 500 . 10-6 mm → p = 3,0 mm Soal ini jawabannya A. Sempurna tanya 5 Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang elektronik Å 1 Å = 10-10 m melalui jari-jari tunggal menghasilkan pola difraksi orde terang pertama sebagaimana sreg gambar. Contoh tanya difraksi jari-jari tunggal nomor 5 Tumpul pisau celahnya adalah…A. 0,001 mm B. 0,004 mm C. 0,012 mm D. 0,017 mm E. 0,019 mm Penyelesaian cak bertanya / pembahasan Pada soal ini diketahui λ = Å = 5000 . 10-10 m dan n = 1. Untuk menjawab cak bertanya ini kita gunakan rumus umpama berikut d sin θ = tepi langit λ d sin 30° = 1 . . 10-10 m d . 1/2 = 5 . 10-7 m d = 10-6 m = 0,001 mm Soal ini jawabannya A. Contoh soal kisi difraksi Contoh pertanyaan 1 Seberkas kilat monokromatik dengan janjang gelombang 5 . 10-7 m diarahkan tegak lurus pada kisi. Jika jarak layar ke kisi 2 m dan pada jib terjadi kilat orde 3 dengan jarak 150 cm dari binar kiat, maka konstanta jeruji nan digunakan adalah…A. 4 . 10-6 mB. 3 . 10-6 m C. 2 . 10-6 celah/m D. 3 . 10-7 ganggang/m E. 2 . 10-7 celah/m Penyelesaian soal / pembahasan Pada soal ini diketahui λ = 5 . 10-7 m, L = 2 m, kaki langit = 3 dan p = 150 cm = 1,5 m. Prinsip menotal konstanta kisi sebagai berikut. → d . p L d . 1,5 m 2 = 3 . 5 . 10-7 m → d = 2 . 10-6 m Soal ini jawabannya A. Contoh soal 2 Seberkar sinar monokromatis dengan jenjang gelombang 500 nm 1 nm = 10-9 m hinggap tegak literal puas kisi. Kalau panah ke empat membuat tesmak 30° total garis per cm kisi merupakan …A. B. C. D. E. 250 Penyelesaian cak bertanya / pembahasan Pada soal ini diketahui λ = 500 nm = 5 . 10-7 m, cakrawala = 4 dan θ = 30°. 1 N sin 30udara murni = 4 . 5 . 10-7 m 1 T 1 Cakrawala = 4 . 10-6 m = 4 . 10-4 cm N = 1 4 . 10-4 cm N = 4 = garis/cm Soal ini jawabannya B. Hipotetis cak bertanya 3 Sebuah kisi memiliki garis / cm. Seberkas terang monokromatis datang samar muka lurus lega kisi. Bila lingkup orde pertama membentuk sudut 30o dengan garis resmi pada kisi, maka panjang gelombang elektronik sinar tersebut adalah…A. 4 . 10-7 ÅB. 4 . 10-5 Å C. 4 . 10-3 Å D. 4 . 103 Å E. 4 . 105 Å Penyelesaian soal / pembahasan Puas difraksi kisi berperan rumus sebagai berikut. 1 N 1 garis/cm 1 . 2 4 . 10-7 10-10 = 4 . 103 Å Soal ini jawabannya D. Contoh soal 3 Sebuah kisi difraksi dengan konstanta jari-jari 500 garis/cm digunakan untuk mendifraksikan cahaya pada layar yang berparak 1 m dari kisi. Jika jarak antara dua garis terang yang berurutan 2,4 cm, maka tingkatan gelombang elektronik yang digunakan adalah…A. 400 nmB. 450 nm C. 480 nm D. 560 nm E. 600 nm Penyelesaian pertanyaan / pembahasan Pada tanya ini diketahui N = 500 garis/cm, L = 1 m = 100 cm dan Δp = 2,4 cm. Lebih lanjut kita menunggangi rumus jarak dua terang yang mepet atau berturutan laksana berikut → Δp = λ . L d = λ . L 1/N → 2,4 cm = λ . 100 cm 1/500 garis/cm → λ = 2,4 100 . 500 = 4,8 . 10-4 cm = 480 nm Jadi cak bertanya ini jawabannya C. Komplet pertanyaan 4 Seberkas cahaya monokromatis dengan tinggi gelombang 500 nm redup lurus pada terali difraksi. Jika kisi memiliki 400 garis/cm dan sudut deviasi 30o maka banyaknya garis kilap yang terjadi pada layar yaitu…A. 24 B. 25 C. 26 D. 50E. 51 Penyelesaian cak bertanya / pembahasan Langkah-langkah menjawab cak bertanya ini bagaikan berikut → 1 N 1 400 garis/cm sin 30o = falak . 500 . 10-7 cm → tepi langit = 1 2 . 400 . 500 . 10-7 → n = 50 garis Soal ini jawabannya D. Acuan tanya 5 Seberkas sinar monokromatis dengan pangkat gelombang elektronik Å menclok tegak lurus sreg kisi. Jika spektrum orde kedua membentuk sudut 30ozon, jumlah garis per cm kisi ialah…A. tulisan B. goresan C. garitan D. tulisan E. garitan Penuntasan soal / pembahasan d sin θ = n λ. d sin 30° = 2 . m d = 2 . 2. 5 . 10-7 m = 2 . 10-6 m N = 1/d = 1/2 . 10-6 = goresan/m ataupun 5000 goresan/cm Cak bertanya ini jawabannya C. Contoh soal 6 Kalau seberkas sinar monokromatis diarahkan sreg sebuah celah yang mempunyai 104 garis/cm, garis terang pertama terjadi pada sudut deviasi 30ozon, maka panjang gelombang elektronik kilat yang digunakan adalah …A. ÅB. Å C. Å D. Å E. Å Penuntasan soal / pembahasan 1/N sin θ = tepi langit λ 1/104 sin 30° = 1 . λ λ = 5 . 10-5 cm = 5 . 10-7 m λ = Å Soal ini jawabannya E. Related posts
Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang Å melewati celah tunggal menghasilkan pola difraksi orde terang pertama seperti gambar berikut. Lebar celahnya sebesar .... A. 0,0001 mm B. 0,0002 mm C. 0,0003 mm D. 0,0005 mm E. 0,0008 mm Pembahasan Diketahui λ = Å= 5 x 10-7 m n = 1 orde terang θ = 300 Ditanya d = .... ? Dijawab Difraksi celah tunggal Lebar celah bisa kita cari dengan melakukan perhitungan seperti berikut Jadi lebar celah yang digunakan adalah 0,0005 mm Jawaban D - Jangan lupa komentar & sarannya Email nanangnurulhidayat
Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang 5 x 10⁻⁷ m datang tegak lurus pada kisi. Banyaknya garis per cm kisi bila spektrum orde kedua membuat sudut 30° dengan garis normal pada kisi adalah dengan langkah-langkahSoal sudah sinar monokromatis dengan panjang gelombang 5 x 10⁻⁷ m datang tegak lurus pada kisi. DitanyakanBanyaknya garis per cm kisi bila spektrum orde kedua membuat sudut 30° dengan garis normal pada gelombangλ = 5 x 10⁻⁷ m = 5 x 10⁻⁵ cmSudutθ = 30°Orde keduan = 2Difraksi pada kisid sin θ = nλ⇔ ⇔ ⇔ = 10. 10⁻⁵⇔ = 10⁻⁴⇔ N = ⇔ N = 5 . 10⁻¹ . 10⁴⇔ N = 5 . 10³⇔ N = banyaknya garis per cm kisi bila spektrum orde kedua membuat sudut 30° dengan garis normal pada kisi adalah lebih lanjutPelajari lebih lanjut tentang materi getaran dan gelombang pada SPJ4
Elektromagnetik Kelas 11 SMAGelombang CahayaDifraksiSeberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang 5 x 10^-7 m datang tegak lurus pada kisi. Jika spektrum orde kedua membuat sudut 30 dengan garis normal pada kisi maka jumlah garis per cm kisi adalah ... .DifraksiGelombang CahayaGelombang ElektromagnetikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0254Sebuah kisi yang mempunyai 2x10 garis/cm menerima seberka...0318Jarak dua lampu sebuah mobil =1,22 m . Nyala kedua lampu...0207Cahaya merah dikenakan kisi yang tertulis 600 garis/mm, j...0418Cahaya melewati kisi yang memiliki 1250 garis/cm. jika su...Teks videoHalo Ko friend disini kita mempunyai soal sebagai berikut untuk mengerjakan soal tersebut kita menggunakan konsep pada TV pertama kita. Tuliskan di sini yang diketahui Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang yaitu lamda = 5 kali 10 pangkat min 7 m datang tegak lurus pada kisi Jika spektrum orde kedua membuat sudut 30 dengan garis normal pada kisi maka jumlah garis per cm kisi adalah Teta = 30 derajat Kemudian untuk m organisasi karena pada pernyataan Jika spektrum orde keduamembuat sudut 30 derajat dengan garis normal pada kisi nah lalu yang ditanyakan adalah jumlah garis per cm kisi yang ditanyakan adalah n i ni per cm kemudian kita Tuliskan titrasi pada Ya Bude kalikan dengan Sin Teta ya kan = m * g dengan lamda nah dek bukan Super N = 1 ke n = m * g dengan lamda kemudian dibagi dengan Sin beta atau n ya kan = Sin kita Kita kan m * 6 maka tinggal kita masukkan di sini m = 30 derajat dan kemudian dibagim * lamda 2 dikalikan dengan 5 kali 10 pangkat min 7 n = sinus 30 derajat setengah ya masih dapat kita Tuliskan di sini ini 5 kali 10 pangkat min 1 kemudian dibagi dengan 10 ^ 6 akan kita peroleh nilai r dia kan = 5 * 10 ^ 5 garis per meter kemudian kalau kita rubah menjadi garis per cm maka N = 5 kali 10 pangkat 3 garis per cm sehingga kita peroleh jawabannya adalah yang c yaitu jumlah garis per cmadalah 5 * 10 ^ 3 sampai berjumpa di soalnya selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
seberkas sinar monokromatik dengan panjang gelombang 5000 a